Kalau ada yang bertanya kapan masa paling berat dalam bisnis event dan pameran, jawabannya buat saya adalah tahun 2020–2022.
Saat pandemi datang, hampir semua kegiatan offline berhenti total.
Tidak ada pameran.
Tidak ada event.
Tidak ada launching.
Tidak ada keramaian.
Selama bertahun-tahun saya membangun bisnis di industri ini, dan tiba-tiba semuanya seperti menekan tombol “pause”.
Jujur, saat itu saya sempat bertanya pada diri sendiri:
“Apa saya salah memilih profesi?”
Karena hampir tidak ada pekerjaan yang bisa dijalankan.
Bahkan banyak rekan kerja dan tukang yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan kami terpaksa mencari jalan hidup lain.
Ada yang menjadi sopir.
Ada yang berjualan buah.
Ada yang kembali ke kampung halaman.
Ada yang berpindah profesi sama sekali.
Dan saya sangat memahami keputusan mereka.
Karena saat itu yang paling penting bukan bisnis, tapi bertahan hidup.
Lalu tibalah bulan Maret 2022. Ini adalah salah satu project pertama kami setelah situasi mulai membaik. Sebuah project untuk brand F&B di salah satu mall di Kota Gresik
(Foto ini menjadi salah satu pengingat perjalanan tersebut.)

Papan Karangan Bunga

Desain dan produksi booth F&B untuk brand Puyo oleh Workshop88.
Saat project masuk, kondisinya unik.
Tim belum sepenuhnya terbentuk kembali.
Banyak tenaga kerja sudah berpindah bidang.
Sistem kerja yang dulu berjalan normal harus dibangun ulang dari nol.
Rasanya seperti seseorang yang baru bangun tidur…
Belum sempat cuci muka.
Belum sempat stretching.
Tapi langsung disuruh sprint.
Panik ?
Pasti.
kaget ?
Juga iya.
Tapi kami jalan terus.
Yang menarik justru terjadi setelahnya.
Ketika dunia mulai bergerak normal kembali, permintaan event dan pameran datang bertubi-tubi.
Bahkan sering kali beberapa brand ingin mengadakan event di tanggal yang sama, bahkan sampai beda kota
Yang sebelumnya 2 tahun vakum, tiba-tiba semua ingin bergerak bersamaan.
Saat itu hampir tidak ada istilah “low season”.
Brand-brand seperti ingin mengejar waktu yang hilang.
Mereka ingin kembali bertemu pelanggan.
Mereka ingin produknya dicoba langsung.
Mereka ingin menciptakan pengalaman yang selama pandemi tidak bisa dilakukan.
Dari situlah saya mendapat satu kesimpulan penting:
Pameran dan event offline ternyata masih sangat relevan.
Bahkan setelah dunia dipaksa beradaptasi dengan digital selama 2 tahun.
Karena pada akhirnya, ada hal yang sulit digantikan oleh layar.
Orang ingin melihat produk secara langsung.
Orang ingin menyentuh, mencoba, bertanya, dan merasakan pengalaman yang nyata.
Dan sampai hari ini, interaksi tersebut masih menjadi kekuatan terbesar dari dunia event dan exhibition.
Digital memang membantu.
Tapi pengalaman langsung tetap punya tempat yang tidak tergantikan.
Jadi menurut keyakinan saya dunia digital tidak dapat menggantikan dunia pameran saat ini , semoga pendapat saya akan bertahan hingga masa masa ke depan.
Di tulis oleh : Tommy Gunawan ( Founder )
Follow More : @tom.contractor ( di platform Instagram, Tik tok, Threads )



